tujuhbelas tahun lalu. saat kita masih berada di kandungan. sewaktu ibu mengandung, ibu merasakan mual saat makan, namun ibu tetap akan makan sebisa mungkin agar buah hatinya tetap terpenuhi akan sari-sari makanannya. berbulan-bulan menunggu, akhirnya kita pun lahir. dengan mempertaruhkan jiwa dan raga, ibu melahirkan kita. rasa bahagia yang tiada terkira ibu rasakan. perjuangannya selama ini tidak sia-sia. rasa bangga menjadi orangtua menyelimuti bapak ibu kita. satu fase terlewati.
kita beranjak tumbuh menjadi makhluk kecil lucu yang menggemaskan. apa yang kita inginkan pasti dituruti oleh kedua orang tua kita. namun, apa balasan yang kita berikan kepada orang tua kita, hanya tangis rengekan manja meminta mainan dan kenakalan yang kita berikan. kita semakin tumbuh menjadi anak-anak. disaat kita berumur lima tahun, melihat teman-teman masuk taman kanak-kanak, kita pun merengek minta kepada orang tua agar dimasukan ke taman kanak-kanak. orang tua kita membelikan seragam, peralatan sekolah, tas baru, sepatu baru dan lain-lain. kita membalasnya dengan main sepuasnya dengan teman baru tanpa tau orang tua kita kawatir dirumah. saat umur tujuh tahun, kita masuk ke sekolah dasar, lagi-lagi kita minta dibelikan sepatu, tas, dan peralartan sekolah yang baru juga kepada orang tua kita. mereka hanya tersenyum bangga melihat rengekan kita meminta semua itu. mereka bangga anaknya sudah masuk sekolah dasar. disaat kita umur duabelas tahun, dimana saat menjelang ujian kelulusan sekolah dasar, orang tua kita sibuk menyiapkan dana dan ini itu untuk persiapan kita memasuki sekolah menengah pertama, kita juga sibuk bermain dengan teman bukannya memikirkan ujian kelulusan kita. orang tua yang mengerti anaknya kesusahan dalam belajar kemudian mengikutkan anaknya kedalam bimbingan belajar yang biayanya tidaklah murah. mereka bahkan masih menyempatkan waktu apakah anaknya sudah makan setelah mereka pulang kerja walaupun mereka sendiri belum makan. kelulusan sekolah dasar tiba, mereka sibuk mencarikan kita sekolah menengah pertama favorit, kita untuk sekian kalinya merengek menginginkan masuk sekolah yang sama dengan teman, walaupun orang tua tau itu bukan sekolah menengah favorit maupun yang terbagus. mereka akan menuruti apa yang diinginkan kita. baru saja kita mulai masuk sekolah menengah pertama, melihat teman banyak yang mempunyai handphone selanjutnya kita menodong kepada orang tua agar dibelikan handphone model terbaru seperti teman yang lain dan mengancam tidak akan sekolah bila tidak dibelikan. orang tua mengatakan bahwa untuk saat ini mereka belum ada uang, namun kita tetap merengek. orang tua yang tak tega melihat hal itu, kemudian mereka mengambil tabungan yang dipersiapkan naik haji dan sebagainya untuk membelikan kita handphone tadi. setelah itu, kita sibuk bermain handphone sehingga lupa belajar dan lupa sholat, orang tua menegur kita. namun kita hanya menanggapi dengan masuk telinga kanan keluar telinga kiri. begitu seterusnya. kemudian, waktu tak terasa kita sudah kelas sembilan dan akan menghadapi ujian kelulusan lagi. orang tua kembali mengikutkan kita di bimbingan belajar terbaik agar kita bisa lulus. namun apa yang kita lakukan untuk membalasnya? kita bolos les dan pergi ke warnet maupun ke rental playstasion untuk ngegame. tanpa rasa bersalah, kita berdalih kalau kita capek dengan rutinitas, capek belajar, bosen dengan pelajaran, butuh refreshing, dan blablabla. apakah kita tidak pernah berpikir bahwa orang tua lebih capek dari kita? dan lebih semuanya dari pada apa yang kita rasakan? sayangnya tidak, kita terbuai oleh ke egiosan kita sendiri. kemudian kita lulus sekolah menengah pertama, dan masuk sekolah menengah atas. orang tua menyarankan agar mencari yang dekat saja, namun kita ngeyel untuk sekolah yang agak jauh dengan rumah. agar orang tua susah untuk mengawasi kita. karena kita sudah tidak mau semuanya diatur oleh orang tua. kita merasa orang tua itu selalu memaksakan kehendak. tapi, faktanya orang tua selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. dengan berat hati, orang tua mengijinkan. tahun pelajaran baru pun dimulai, seperti yang sudah-sudah, kita meminta kepada orang tua untuk membelikan sepatu, tas dan peralatan sekolah yang baru. padahal, sebelumnya orang tua sudah harus membayar uang gedung, uang seragam, uang daftar ulang dan lain-lain. umur kita beranjak remaja, diumur limabelas tahun ini. kita mulai tertarik kepada lawan jenis, kemudian kita memulai menarik perhatiannya dengan cara membelikan pulsa, membayari jajan dan lain-lain. si lawan jenis pun tertarik, kemudian kita pacaran. padahal, uang pun kita masih minta kepada orang tua. kemudian orang tua mengetahui hal itu, dan menasehati agar jangan pacaran dahulu, agar bisa konsen dengan pelajaran. namun kita malah marah-marah menganggap orang tau merebut hak kita dan menganggap orang tua kita kolot, kuno, kampungan. orang tua kemudian membiarkan kita pacaran, namun harus tau batas-batas dan norma yang ada. satu semester berlalu, kita mulai capek dan gengsi kepada pacar karena kita naik angkot, bis atau pakai motor lama. lagi lagi dan lagi, kita merampok orang tua kita agar membelikan kita motor, ataupun menukarkan motor kita dengan yang baru. orang tua lagi lagi tidak tega melihat anaknya capek setiap hari ngangkot, sehingga membelikan kita motor baru. bukannya bersyukur, rajin belajar, membantu orangtua, rajin sholat rajin ngaji. sebaliknya, kita sehabis pulang sekolah main sampai sore dan lupa sholat, sampai rumah capek seharian main sehingga nggak sempet belajar. tiap malam minggu kita keluar malam, walaupun sudah dilarang orang tua. kita tetap ngotot dan nekat. orang tua sangat cemas akan hal itu. Kemudian hal itu berlangsung terus menerus. kita naik ke kelas sebelas. banyak teman ganti handphone dan gadget baru seperti laptop, ipod, ipad dan lain-lain. sehingga kita menuntut lagi ke orang tua agar dibelikan handphone baru dan laptop baru berharap anaknya berubah, agar rajin belajar dan peralatan tadi bisa digunakan untuk membantu belajar buah hatinya. dengan ini pun, kita belum sadar. kita beranjak ke kelas duabelas, orang tua kemudian menyadari anaknya harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi agar anaknya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak kelak. karena itu, orang tua mendaftarkan anaknya ke bimbingan belajar agar anaknya bisa lulus dengan membanggakan dan bisa meneruskan ke perguruan tinggi negeri favorit. itu saja kita masih sering mengeluh tentang keadaan, mengeluh kita bosan, capek belajar dan les, mengeluh tentang ORANG TUA kita? setelah sekian banyak yang mereka lakukan kepada kita, tak ada kah sedikit rasa untuk membalas apa yang telah mereka berikan? dalam beberapa bulan lagi kita menempuh ujian kelulusan yang menetukan apa yang telah kita kerjakan selama tiga tahun ini di sekolah menengah atas? masih pantaskah kita untuk berfoya-foya, bersenang-senang, menghamburkan uang untuk sesuatu yang hanya untuk kepuasaan sesaat dan tidak begitu berguna. ayolah kawan, sekarang kita buktikan bahwa kita bisa membuat orang tua kita bangga dengan apa yang ada pada kita. setelah kita melewati banyak fase itu, apakah kita akan tetap ingin stagnan dengan apa yang sudah-sudah. tiadakah rasa untuk berrevolusi menjadi lebih baik? kejar semua cita-citamu. jadikan mimpimu sebagai kenyataan. ajak temanmu untuk berubah, belum terlambat untuk kita berubah. sahabat memang makhluk yang selalu ada disamping kita disaat kita susah maupun sedih, persahabatan memang indah. ingatkan mereka saat ini untuk belajar dan membalas semua yang telah diberikan orang tua mereka. kelak, sahabatmu akan menceritakan pada dunia bahwa mereka bahagia mempunyai sahabat sepertimu. inilah saatnya, inilah fasenya dimana kita berubah menjadi lebih baik, kita yakin kita bisa! kenanglah masa-masa sekolah menengah atas ini. terus ingat sahabatmu dan katakan bahwa kita bangga mempunyai sahabat seperti kalian. buat semua orang bangga, dan kemudian ceritakan apa yang kalian alami kepada anak cucu maupun orang terdekat kita besok setelah kita menjadi orang sukses dengan rasa bangga bahwa kalian telah melewati fase itu. apa yang akan kita perbuat saat ini, mempengaruhi masa depan kita kelak. semua siswa sekolah menengah atas kelas duabelas angkatan 2010/2011 khususnya siswa sekolah menegah atas negeri 2 magelang. lulus dengan membanggakan dan memuaskan. sehingga kita bisa membalas semua yang telah orang tua kita berikan kepada kita selama ini. dan sepuluh tahun mendatang, katakan bahwa kita tidak akan menyesali perbuatan yang kita lakukan saat ini dan tunjukkan pada dunia bahwa kita sudah menjadi orang sukses karena dukungan orang tua kita, teman kita, orang-orang dekat kita serta yang memberi kehidupan kita, ALLOH SWT. ayo belajar dengan giat, berdoa kepada ALLOH, meminta doa restu kepada orang tua, ujian kelulusan tahun ini kita babat habis dan membanggakan orang tua kita dengan masuk perguruan tinggi favorit!
kita beranjak tumbuh menjadi makhluk kecil lucu yang menggemaskan. apa yang kita inginkan pasti dituruti oleh kedua orang tua kita. namun, apa balasan yang kita berikan kepada orang tua kita, hanya tangis rengekan manja meminta mainan dan kenakalan yang kita berikan. kita semakin tumbuh menjadi anak-anak. disaat kita berumur lima tahun, melihat teman-teman masuk taman kanak-kanak, kita pun merengek minta kepada orang tua agar dimasukan ke taman kanak-kanak. orang tua kita membelikan seragam, peralatan sekolah, tas baru, sepatu baru dan lain-lain. kita membalasnya dengan main sepuasnya dengan teman baru tanpa tau orang tua kita kawatir dirumah. saat umur tujuh tahun, kita masuk ke sekolah dasar, lagi-lagi kita minta dibelikan sepatu, tas, dan peralartan sekolah yang baru juga kepada orang tua kita. mereka hanya tersenyum bangga melihat rengekan kita meminta semua itu. mereka bangga anaknya sudah masuk sekolah dasar. disaat kita umur duabelas tahun, dimana saat menjelang ujian kelulusan sekolah dasar, orang tua kita sibuk menyiapkan dana dan ini itu untuk persiapan kita memasuki sekolah menengah pertama, kita juga sibuk bermain dengan teman bukannya memikirkan ujian kelulusan kita. orang tua yang mengerti anaknya kesusahan dalam belajar kemudian mengikutkan anaknya kedalam bimbingan belajar yang biayanya tidaklah murah. mereka bahkan masih menyempatkan waktu apakah anaknya sudah makan setelah mereka pulang kerja walaupun mereka sendiri belum makan. kelulusan sekolah dasar tiba, mereka sibuk mencarikan kita sekolah menengah pertama favorit, kita untuk sekian kalinya merengek menginginkan masuk sekolah yang sama dengan teman, walaupun orang tua tau itu bukan sekolah menengah favorit maupun yang terbagus. mereka akan menuruti apa yang diinginkan kita. baru saja kita mulai masuk sekolah menengah pertama, melihat teman banyak yang mempunyai handphone selanjutnya kita menodong kepada orang tua agar dibelikan handphone model terbaru seperti teman yang lain dan mengancam tidak akan sekolah bila tidak dibelikan. orang tua mengatakan bahwa untuk saat ini mereka belum ada uang, namun kita tetap merengek. orang tua yang tak tega melihat hal itu, kemudian mereka mengambil tabungan yang dipersiapkan naik haji dan sebagainya untuk membelikan kita handphone tadi. setelah itu, kita sibuk bermain handphone sehingga lupa belajar dan lupa sholat, orang tua menegur kita. namun kita hanya menanggapi dengan masuk telinga kanan keluar telinga kiri. begitu seterusnya. kemudian, waktu tak terasa kita sudah kelas sembilan dan akan menghadapi ujian kelulusan lagi. orang tua kembali mengikutkan kita di bimbingan belajar terbaik agar kita bisa lulus. namun apa yang kita lakukan untuk membalasnya? kita bolos les dan pergi ke warnet maupun ke rental playstasion untuk ngegame. tanpa rasa bersalah, kita berdalih kalau kita capek dengan rutinitas, capek belajar, bosen dengan pelajaran, butuh refreshing, dan blablabla. apakah kita tidak pernah berpikir bahwa orang tua lebih capek dari kita? dan lebih semuanya dari pada apa yang kita rasakan? sayangnya tidak, kita terbuai oleh ke egiosan kita sendiri. kemudian kita lulus sekolah menengah pertama, dan masuk sekolah menengah atas. orang tua menyarankan agar mencari yang dekat saja, namun kita ngeyel untuk sekolah yang agak jauh dengan rumah. agar orang tua susah untuk mengawasi kita. karena kita sudah tidak mau semuanya diatur oleh orang tua. kita merasa orang tua itu selalu memaksakan kehendak. tapi, faktanya orang tua selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. dengan berat hati, orang tua mengijinkan. tahun pelajaran baru pun dimulai, seperti yang sudah-sudah, kita meminta kepada orang tua untuk membelikan sepatu, tas dan peralatan sekolah yang baru. padahal, sebelumnya orang tua sudah harus membayar uang gedung, uang seragam, uang daftar ulang dan lain-lain. umur kita beranjak remaja, diumur limabelas tahun ini. kita mulai tertarik kepada lawan jenis, kemudian kita memulai menarik perhatiannya dengan cara membelikan pulsa, membayari jajan dan lain-lain. si lawan jenis pun tertarik, kemudian kita pacaran. padahal, uang pun kita masih minta kepada orang tua. kemudian orang tua mengetahui hal itu, dan menasehati agar jangan pacaran dahulu, agar bisa konsen dengan pelajaran. namun kita malah marah-marah menganggap orang tau merebut hak kita dan menganggap orang tua kita kolot, kuno, kampungan. orang tua kemudian membiarkan kita pacaran, namun harus tau batas-batas dan norma yang ada. satu semester berlalu, kita mulai capek dan gengsi kepada pacar karena kita naik angkot, bis atau pakai motor lama. lagi lagi dan lagi, kita merampok orang tua kita agar membelikan kita motor, ataupun menukarkan motor kita dengan yang baru. orang tua lagi lagi tidak tega melihat anaknya capek setiap hari ngangkot, sehingga membelikan kita motor baru. bukannya bersyukur, rajin belajar, membantu orangtua, rajin sholat rajin ngaji. sebaliknya, kita sehabis pulang sekolah main sampai sore dan lupa sholat, sampai rumah capek seharian main sehingga nggak sempet belajar. tiap malam minggu kita keluar malam, walaupun sudah dilarang orang tua. kita tetap ngotot dan nekat. orang tua sangat cemas akan hal itu. Kemudian hal itu berlangsung terus menerus. kita naik ke kelas sebelas. banyak teman ganti handphone dan gadget baru seperti laptop, ipod, ipad dan lain-lain. sehingga kita menuntut lagi ke orang tua agar dibelikan handphone baru dan laptop baru berharap anaknya berubah, agar rajin belajar dan peralatan tadi bisa digunakan untuk membantu belajar buah hatinya. dengan ini pun, kita belum sadar. kita beranjak ke kelas duabelas, orang tua kemudian menyadari anaknya harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi agar anaknya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak kelak. karena itu, orang tua mendaftarkan anaknya ke bimbingan belajar agar anaknya bisa lulus dengan membanggakan dan bisa meneruskan ke perguruan tinggi negeri favorit. itu saja kita masih sering mengeluh tentang keadaan, mengeluh kita bosan, capek belajar dan les, mengeluh tentang ORANG TUA kita? setelah sekian banyak yang mereka lakukan kepada kita, tak ada kah sedikit rasa untuk membalas apa yang telah mereka berikan? dalam beberapa bulan lagi kita menempuh ujian kelulusan yang menetukan apa yang telah kita kerjakan selama tiga tahun ini di sekolah menengah atas? masih pantaskah kita untuk berfoya-foya, bersenang-senang, menghamburkan uang untuk sesuatu yang hanya untuk kepuasaan sesaat dan tidak begitu berguna. ayolah kawan, sekarang kita buktikan bahwa kita bisa membuat orang tua kita bangga dengan apa yang ada pada kita. setelah kita melewati banyak fase itu, apakah kita akan tetap ingin stagnan dengan apa yang sudah-sudah. tiadakah rasa untuk berrevolusi menjadi lebih baik? kejar semua cita-citamu. jadikan mimpimu sebagai kenyataan. ajak temanmu untuk berubah, belum terlambat untuk kita berubah. sahabat memang makhluk yang selalu ada disamping kita disaat kita susah maupun sedih, persahabatan memang indah. ingatkan mereka saat ini untuk belajar dan membalas semua yang telah diberikan orang tua mereka. kelak, sahabatmu akan menceritakan pada dunia bahwa mereka bahagia mempunyai sahabat sepertimu. inilah saatnya, inilah fasenya dimana kita berubah menjadi lebih baik, kita yakin kita bisa! kenanglah masa-masa sekolah menengah atas ini. terus ingat sahabatmu dan katakan bahwa kita bangga mempunyai sahabat seperti kalian. buat semua orang bangga, dan kemudian ceritakan apa yang kalian alami kepada anak cucu maupun orang terdekat kita besok setelah kita menjadi orang sukses dengan rasa bangga bahwa kalian telah melewati fase itu. apa yang akan kita perbuat saat ini, mempengaruhi masa depan kita kelak. semua siswa sekolah menengah atas kelas duabelas angkatan 2010/2011 khususnya siswa sekolah menegah atas negeri 2 magelang. lulus dengan membanggakan dan memuaskan. sehingga kita bisa membalas semua yang telah orang tua kita berikan kepada kita selama ini. dan sepuluh tahun mendatang, katakan bahwa kita tidak akan menyesali perbuatan yang kita lakukan saat ini dan tunjukkan pada dunia bahwa kita sudah menjadi orang sukses karena dukungan orang tua kita, teman kita, orang-orang dekat kita serta yang memberi kehidupan kita, ALLOH SWT. ayo belajar dengan giat, berdoa kepada ALLOH, meminta doa restu kepada orang tua, ujian kelulusan tahun ini kita babat habis dan membanggakan orang tua kita dengan masuk perguruan tinggi favorit!
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)




2 komentar:
amiiiinn doa.a ya pepp,,,,
hehe
oke :)
berdoa untuk semua..
Poskan Komentar