post ini muncul dari temen yang update status di fb. karena aku pikir enak buat dilanjutin di posting disini yaa gimana lagi, so its SHOW TIME :)
pas awalawal kelas duabelas. aku dapet informasi yang menurut aku nggak fair banget. aku sebagai anak sosial yang emang ngerasa 'dianak tirikan' akan sedikit mengkritik lewat postingan blog berikut.
berita yang menurut aku meng 'anak tirikan' anak sosial adalah berita tentang kebebasan anak exact yang bisa kuliah ke dalam perkuliahan fakultas sosial tanpa melewati ataupun mendaftar IPC? sedangkan untuk anak sosial sendiri harus mendaftar ke IPC untuk bisa masuk kedalam fakultas exact. tidak hanya itu saja, di sekolah menengah atas saja. negeri maupun swasta lebih mengunggulkan anak exact daripada anak sosial. apakah garagara anak sosial yang lebih rame? atau anak sosial yang tidak begitu pintar dalam mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan biologi? atau anak sosial sering menjadi trouble maker?
cobalah lihat dari sisi lain, bukan hanya dari satu sisi saja tentang anak sosial. anak sosial juga punya kelebihan. anak sosial juga berusaha, hargai usaha anak sosial. anak sosial juga anak kalian. fakta yang ada, lebih banyak anak sosial yang bertahan di masyarakat daripada anak exact saat keduanya dilepas dalam masyarakat nyata. anak sosial yang notabene bisa lebih bergaul dan lebih banyak relasi atau link karena anak sosial terkenal 'berisik'. jadi anak sosial bisa kerja serabutan dari informasi yang ada.
dalam ilmu bahasa pun anak sosial lebih banyak diajari daripada anak exact.
saat ini yang anak sosial inginkan adalah pengakuan dan keadilan. anak sosial tidak menginginkan sesuatu yang mulukmuluk. anak sosial memakai logika, juga menggunakan perasaan dengan memahami situasi dan kondisi. anak sosial menjadikan mimpi sebagai motivasi. anak sosial menjadikan mimpi sebagai realiti.
anak sosial menginginkan perlakuan yang sama dengan anak exact. bila anak sosial harus melalui IPC saat masuk kedalam fakultas exact, kenapa anak exact tidak melalui IPC ketika masuk fakultas sosial?
apakah anak exact yang masuk kedalam fakultas sosial anak exact yang putus asa? anak exact yang hanya cobacoba? atau apalah itu masalahnya
aku sebagai anak sosial tidak membenci anak exact. hanya ketidak adilan tadilah yang merasa aku tidak begitu mengerti tentang anak exact maupun sistem yang ada.
sekali lagi aku menekankan, aku nggak membuat postingan ini untuk lebih menjauhkan atau memicu adanya kesenjangan sosial antara anak sosial dengan anak exact.
aku membenci sistem yang ada dalam exact BUKAN anak exact!
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)




4 komentar:
sumpahh pep,, aku setujuuuuuu..
kita ditindass!!!
kamu ditindas?
aku nggak :p
kamu mah dimana aja ditindas can
haha
wahhahah...yang ini ternyata! sipplah,..aku setuju buanget :P
halooo?
enakk aja luu..
Poskan Komentar